Left Alive

Left Alive : Lanjutan Front Mission Namun Kurang Maksimal

[Cyberku] Left Alive : Lanjutan Front Mission Namun Kurang Maksimal. Game besutan SQUARE ENIX Co.,Ltd. ini merupakan lanjutan game front mision dengan alur cerita yang berbeda. Namun sayang upaya untuk membuat seperti game lawas berbalut teknologi yang lebih baik justru menjadikan blunder untuk game Left Alive tersebut.

Left Alive dirilis pada awal tahun 2019, dengan bercerita yang bercampur antara tiga karakter yang berbeda. Mengambil semesta Front Mission, Left Alive mengambil setting di sebuah kota bernama Novo Slava di tahun 2127. Secara canon, timeline ceritanya berarti berada di antara Front Mission 5 dan Front Mission Evolved. Gamer akan berperan sebagai Mikhail – seorang pilot Wanzer muda yang kebetulan tengah “sial” dan mau tidak mau, harus berjuang bertahan hidup di situasi yang tidak menguntungkan ini. Sembari berusaha mencari bantuan militer dan menyelamatkan penduduk kota, ia mendapatkan informasi terkait eksistensi sebuah prototype Wanzer yang baru. Kemudian ada Olga – seorang polisi wanita yang sempat menginvestigasi sebuah kasus di perbatasan namun secara otomatis terikat pada konflik yang menghancurkan Novo Slava ini. Pelan tapi pasti, proses investigasi membawanya pada sebuah misteri yang lebih besar lagi. Sementara karakter ketiga adalah Leonid – seorang tangan kanan pemimpin pemberontakan masa lampau yang sempat dituduh berkhianat oleh rekan seperjuangannya. Ia tiba-tiba muncul di tengah kepanikan, mengejar karakter lain yang sempat diperkirakan tewas.

Tampil dengan cerita yang menarik namun sayang grafik yang ditampilkan kurang memikat sehingga mengurangi rasa untuk menghayati game ini. Walau demikian bagi gamer yang ingin mencoba tantangan yang ada dengan mengesampingkan grafik yang kurang tentu bisa mencobanya. Game ini bisa dimainkan pada platform Playstation 4 dan PC.